Kira-kira delapan tahun lalu, tepatnya tahun 2011, saya seperti teman-teman mahasiswa baru, pakai baju putih dan celana hitam mengikuti orientasi mahasiswa baru, mendengarkan ceramah dan orasi para senior.

Untuk mengikuti ritual itu, saya harus membuat kartu identitas dengan kardus dan harus berwarna biru. Tiap hari juga dibebani tugas, kakak-kakak senior menyebutnya resitasi, mulai dari bawa extrajos warna hijau, buku sidu 38 dan semacamnya. Pokoknya aneh-aneh!

Yang tak membawa resitasi, atau membawa tapi tidak dianggap tepat, akan dihukum dengan resitasi lain. Kami juga tidak boleh telat, yang telat kena hukum, seperti dibentak dan lari muter kampus!

Di sela-sela orasi kakak senior yang kelihatan galak dan serem, perlahan dari kejauhan, mendekat seorang mahasiswa baru dengan pakaian putih dan celana hitam.

“Cepat! Lari!” Teriak kakak senior.

Mahasiswa tetap berjalan pelan, seakan ia tak berusaha lari, sebagaimana diperintah.

Saat ia sampai ke lokasi kami yang telah berbaris rapi, langsung disuruh ke depan.

Melihatnya yang juga tak melengkapi syarat seperti kartu identitas yang tak berwarna biru, kakak senior tambah garang.

“Kamu ini bagaimana? Sudah telat! Tidak bawa syarat yang sesuai!…” kata kakak senior dengan mata melotot.

Saya tak menduga, dan memang tak terduga, mahasiswa baru itu hanya menjawah dengan satu kata yang diulang dua kali.

“Santai-santai” kata teman saya itu dengan suara lirih, namun penuh wibawa, yang diawalih “dehem-dehem” sebelumnya.

Aku tidak tahu apa ia baca doa atau ia memang punya ilmu rahasia. Kakak senior yang tadinya bentak-bentak jadi tak melanjutkan. Anehnya ia pun tak kena hukum. Bahkan, di sela-sele istirahat, ia diajak secara pribadi ngobrol dengan senior yang awalnya membentaknya.

Melihat itu, aku jadi berkesimpulan, ternyata selain dengan angkat senjata dan gerakan perlawanan tanpa kekerasan, ada juga perlawanan dengan santai!

Zaim Ahya, pemilik takselesai.com

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.