“Kamu bisa membangun kekayaan tanpa pendapatan yang besar. Tapi, kamu tidak bisa membangun kekayaan tanpa mindset yang benar soal uang,” Morgan Housel.

Banyak orang yang menganggap bahwa selain untuk memenuhi kebutuhan hidup, uang adalah sumber kebahagiaan serta kepuasan. Namun kembali lagi, mendapatkan uang bukanlah perkara yang mudah.

Terbukti dari banyaknya orang yang tertekan dan stress mengenai masalah uang. Bahkan banyak sekali orang yang menggunakan berbagai cara untuk mendapatkan uang, entah dengan cara baik maupun buruk.

Morgan Housel, seorang dengan dua penghargaan bisnis terbaik dari Society Of American Business Editor and Writers, sekaligus mantan kolumnis di The Motley Fool and The Wall Street Journal mengabdikan pemikirannya tentang uang. Ia menuliskan tentang pelajaran abadi mengenai kekayaan, ketamakan, dan kebahagiaan dalam bukunya yang berjudul The Psycology of Money.

Bukunya ini pun laku keras. Di dalamnya, Morgan memuat 19 cerita pendek yang mengeksplorasi cara-cara aneh orang di dunia dalam berpikir tentang uang. Ia bahkan memperoleh international bestseller dan masuk dalam 10 buku terlaris di Amerika Serikat versi Amazon.

Tak hanya itu, bukunya ini juga sudah diterjemahlan ke dalam 26 bahasa, temasuk Bahasa Indonesia.

Menurut penulis, buku ini menjadi begitu laris karena selama ini, begitu jarang ada yang menuliskan tentang keuangan dan finansial dari sudut pandang ilmu manusia atau psikologi. Tak heran jika buku ini juga menjadi acuan bagi para pelajar, pengajar bisnis, maupun orang-orang yang tengah mencari visi finansial.

Cara Morgan Housel Berpikir tentang Uang

Morgan Housel menuliskan dalam bukunya bahwa kesuksesan dalam mengelola uang tidak selalu tentang apa yang kita ketahui. Namun juga tentang bagaimana kita berperilaku.

Soal “berperilaku” inilah yang menjadi sulit untuk diterapkan oleh sebagian orang jika berkaitan dengan uang. Sehingga wajar saja jika berbicara terkait kesuksesan finansial, itu artinya juga membicarakan perihal softskill.

Dengan 19 cerita tentang kasus-kasus finansial di dunia, Morgan Housel mengajak kita untuk melogikakan tentang uang. Keluasan ceritanya dan kekonkretannya, membawa pembaca untuk memilih dan menempatkan diri sesuai dengan level finansial dan kondisi masing-masing.

Tiap cerita dalam buku ini menghadirkan berbagai perspektif dan cara-cara menarik yang dilakukan oleh setiap orang. Tentunya, hal ini dapat menambah wawasan dan pandangan pembaca mengenai uang.

Salah satu bab yang menarik ialah ketika Morgan Housel membicarakan perihal “Kekayaan adalah apa yang anda tak lihat”. Di sini, ia menuliskan, membelanjakan uang untuk memamerkan betapa banyak uang yang anda miliki adalah cara tercepat memiliki lebih sedikit uang.

Dalam hal ini, Morgan Housel mengajarkan bahwa untuk memiliki kekayaan (wealth) bukan menjadi kaya (rich). Dimana wealth adalah kekayaan yang tersimpan sehingga tidak serta merta terlihat.

Sedangkan rich merupakan kekayaan yang tampak dari seseorang. Seperti rumah megah, mobil mewah, outfit bermerek, dan lain sebagainya.

Ada hal-hal yang sebenarnya tidak selalu eksis, tetapi memiliki esensial yang bernilai dari sebuah harkat bernama “uang”. Terutama terkait bagaimana perspektif tentang “uang” itu diletakkan.

Jika melihat bagaimana orang-orang saat ini memperlakukan uang dan pencarian label “kaya” di sosial masyarakat, masihkan nominal dari “uang” itu beresensi?

Oleh: Maulidya Roisa Addinilhaq

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.