“Kau sesorang yang melihat dunia hanya dari lubang kunci. Kau menghabiskan seluruh hidupmu hanya untuk memperluas lubang kunci itu, untuk melihat segalanya, untuk tahu segalanya. Jika kau tahu lubang kuncinya bisa diperbesar, dengan cara yang tak mustahil menurutmu, maka kau menolaknya”

Ini adalah perkataan The Ancient One kepada Strange, saat pertama kali tiba. Stranger tak percaya dengan realitas, atau pengetahuan yang bersebrangan dengan pengetahuannya selama ini. Ancient One juga mengingatkan padanya, bahwa kecerdasannya telah merampas hidupnya.

“Kau punya kapasitas yang besar untuk berbuat baik. Kau selalu menjadi yang terpandai. Tapi bukan karena keinginanmu untuk sukses, tapi karena kau takut gagal. Ini yang membuatmu menjadi angkuh, sombong, rasa takutmu masih menguasaimu. Kau harus mempelajari hal-hal yang sederhana, dan mempelajari yang terpenting dari semua”

Kalimat panjang ini diucapkan Ancient One kepada Strange, waktu ia sekarat, setelah bertarung dengan mantan muridnya yang tersesat. Namun sebelum percakapan berakhir, Strange mengatakan: “Aku belum siap”. Ancient One pun menimpalinya dengan kata-kata yang elok:

“Tak ada yang pernah siap. Kau tak bisa memilih waktumu. Kematian adalah yang memaknai hidup, agar kau tahu hari-harimu bisa dihitung. Waktumu adalah milikmu. Menurutmu kau punya waktu untuk siap. Tapi lihatlah aku. Pikirkan satu waktu dalam ribuan waktu, hanya untuk melihat salju”

Aku belum bisa menceritakan alur ceritanya. Masih perlu mengulang menonton. Tertarik ikut bercerita atau berkomentar tentang film ini? Akan ku simak.[Za]

Semarang, 30 November 2016

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.